Honeymoon bersama Mac

15 04 2011

Hari ini kira – kira uda sebulan saya menggunakan system Mac atau lebih tepatnya Hackintosh yaitu PC Intel yang diinstall Mac.

So apa yang berbeda dari Mac dibanding dengan Windows dan Linux? Sebagai orang IT yang setiap hari berkutat dengan computer, berikut sedikit kesan – kesan Mac saya yang pertama😀

Background
Saya adalah pengguna Windows sejak Win 98 sampai dengan XP secara intensif sejak awal 2000 sampai 2006, dan belakangan selama 2-3 bulan menggunakan Windows 7. Setelah itu beralih ke Linux (openSUSE & Ubuntu) sejak 2006 sampai 2011. Pertengahan Maret 2011 sampai sekarang nyemplung ke Mac 10.6.6 alias Sown Leopard. PC yang digunakan i3, ram 4 GB DDR3 dan VGA card Asus 1GB.

Berikut head to heads perbandingan ke-3 sistem secara umum menurut saya:

Tampilan:

Windows Vista/7 begitu bangga dengan Aero, Mac dengan dock dimana max-min windows menggunakan efek magic lamp. Linux? Anything you could possibly think of, you can have it in Linux with Compiz Fusion. Gabungan Mac dan Aero Windows 7 tidak ada apa – apanya dibanding Linux dengan Compiznya. Jelas dalam hal ini Linux jau menang jau. Belum lagi bicara soal gratis.

Linux menang telak dalam hal ini.

Security:

Bukan rahasia lagi Windows versi apapun payah dalam urusan ini. Dimana kita bisa mendengar Windows yang aman tanpa anti virus? Dengan anti virus pun kita deg-degan : update terus tiap hari. Gimana dengan Mac dan Linux? Kedua OS ini mempunyai nenek moyang yang sama : Unix. Bukannya mereka kebal virus, tapi sampai saat ini saya belum pernah menggunakan anti virus untuk kedua OS ini dan dunia aman – aman saja.

Perfomance:

Dengan menggunakan PC yang sama, mana yang lebih cepat? Windows 7 boot lumayan cepat sewaktu baru install, tapi kemudian setelah install anti virus, office, browser dll, bootnya kembali bengong lama. Dan biarpun Windows 7 uda menampilkan layar desktop dengan tombol Start segala macem, tetep aja harus nunggu beberapa lama sebelum bisa digunakan.

Berbeda dengan Mac dan Linux yang begitu menampilkan desktop, system is ready. Saya cenderung merasa, Mac masih sedikit belom ready dibanding Linux yang setelah desktopnya tampil, doi uda siap tempur.

Nah trus mana yg paling OK digunakan untuk kerja, misalnya buka beberapa aplikasi sekaligus? Ternyata lagi – lagi linux menunjukkan keperkasaannya. Windows 7 dan Mac cenderung lelet dan menampilkan mouse dalam posisi sibuk.

Harga:

Ga usa dibahas, Linux gratis sementara Windows 7 mahal. Mac bahkan lebih mahal karena harus menggunakan hardware tertentu. Kecuali anda ingin menggunakan Mac di PC seperti saya. Jika harga notebook Linux 6 juta, maka harga notebook yang sama dengan spec yang sama untuk Windows paling tidak 6,6 juta tergantung versi Windowsnya. Mac? Mungkin kita harus membayar 12 juta!

Kenyamanan Pemakaian:

Windows terkenal karena mudah digunakan katanya. Tapi jika kita mau mencoba Mac atau Linux, maka sama saja. Semua bermuara ke satu : kebiasaan belaka. Saya selaku orang teknis sama sekali tidak melihat mana yang paling maunpun paling jelek, sama saja.

Catatan: Mac membuat window hanya bias di resize dari satu sisi yaitu kanan bawah. Hal ini cukup merepotkan ketika pernah sekali satu ganti monitor yg lebih kecil. Wah susah banget merize window karena bagian bawah ga keliatan.

Rename file di Mac jg sgt tidak efisien, mesti klik kanan dan Get Info, tidak seperti Linux/Windows dengan tombol F2-nya yang sgt baik. Dan dalam banyak kasus, di Mac kita tidak bias Cut, hanya tersedia Copy, lumayan ribet.

Mac sucks disini, mungkin pengen tampil beda, tapi buat saya malah konyol.

Aplikasi Pendukung:

Disini satu – satunya saat Linux kehilangan. Tidak ada aplikasi Adobe CS yang berjalan native di Linux.  Sementara aplikasi untuk Windows dan Mac cenderung banyak dan lebih matang, biarpun dengan konsekuensi kita harus bayar dan bayar.

Kesimpulan:

Linux sampai saat ini tetep OS favorit saya: keren, stabil, cepet dan gratis. Sayangnya Adobe belum bersedia merilis CS-nya buat Linux. Mac cukup nyaman digunakan dan paling tidak menghilangkan Windows dari pandangan mata. Windows? Enough.

Bagi penggila Mac (ada gejala gila beneran karena segala sesuatu yang berhubungan dgn Mac pasti dibela mati – matian), jgn panic dulu. Saya baru menggunakan Mac selama sebulan dan itupun Hackintosh, kali aja bulan depan uda makin familiar.

Btw, banyak ahli bedah OS out there, so ini adalah pengalaman dan pendapat pribadi saja.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: